Liputan6.com, Jakarta : Saat ini sejumlah operator
selular di Indonesia sudah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan
layanan telekomunikasi berbasis 4G LTE (Long Term Evolution). Sayangnya,
hingga saat ini layanan tersebut masih belum bisa digelar secara resmi.
Menurut Head of Brand & Corporate Marketing
Communication Smartfren, Roberto Saputro, ada tiga hal yang memperlambat
operator untuk menyediakan layanan berbasis 4G LTE.
Roberto
menerangkan, "ada tiga hal yang jadi penghalang proses migrasi ke 4G
LTE. Yang pertama masih banyaknya pengguna 2G di Indonesia, kedua
regulasi pemerintah yang belum jelas, dan yang terakhir besarnya biaya
investasi yang harus dikeluarkan oleh operator untuk menggelar 4G LTE."
Untuk
yang pertama, Roberto menjelaskan bahwa saat ini hanya ada sekitar
30-35% pengguna GSM yang ada di jaringan 3G. 70-75% nya masih
menggunakan 2G. Tapi hal ini tidak terlalalu menjadi masalah menurut
Roberto. Pasalnya dalam waktu dekat para pengguna feature phone diyakini akan segera beralih ke smartphone yang sudah berjalan di jaringan 3G.
Sedangkan
untuk regulasi pemerintah, Smartfren berharap pihak pemerintah harus
sesegera mungkin membuat aturan yang jelas terkait spektrum di jaringan
4G LTE. "Harus ada sinergi antara pemerintah dan para operator, kalau
sudah begitu kita bisa atur kesepakatan," jelas Roberto.
Dan untuk
masalah investasi yang sangat besar, Roberto mengaku para operator mau
tidak mau harus siap membangun infrastruktur pendukung 4G LTE nantinya.
Sebab, cepat atau lambat teknologi telekomunikasi akan terus berkembang
dan Indonesia harus mampu mengikutinya.
"Biaya satu BTS 4G LTE
bisa jutaan dolar. Tapi ya mau tidak mau kita harus sanggup mengikuti
perkembangan teknologi di bisnis telekomunikasi," lanjut Roberto.
(dhi/dew)
Sumber : Tekno Liputan 6
Sumber : Tekno Liputan 6
0 Response to "3 Alasan Operator Seluler Indonesia Belum Sediakan 4G"
Post a Comment